Selasa, 11 Juni 2013

What is Agression?



      



       Akhir-akhir ini banyak pemberitaan di media masa mengenai kasus-kasus yang melanggar Hak Asasi Manusia, baik berupa kekerasan (fisik/seksual), bullying, dan tindakan-tindakan kasar lainnya.
       Dalam sudut pandang Psikologi, prilaku seseoarang yang melanggar Hak Asasi Manusia dengan cara memaksa disebut dengan Agresi..

Lalu Apa saja yang termasuk tindakan Agresi???


 
1.         Pengertian Agresi
Agresi adalah perilaku bermaksud untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun psikis. Agresi ada tiga jenis, yaitu:
a.         Offensive aggression: perilaku agresi yang tidak ditujukan langsung pada sumber penyebab agresi tetapi diarahkan secara tidak langsung.
b.        Retaliatory aggression: perilaku agresi yang merupakan respon provokasi.
c.         Instrumental aggression: perilaku agresi yang digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan yang lain, misalnya membunuh korban untuk merampok hartanya.
2.         Perspektif perilaku Agresi
a.         Perspektif agresi dari keadaan internal
·           Perspektif psikoanalisis: Freud mengatakan bahwa dalam diri manusia selalu mempunyai potensi bawah sadar yaitu suatu dorongan untuk merusak diri atau thanatos
·           Perspektif ethologist: perilaku agresi disebabkan oleh faktor insting dalam diri manusia dan perilaku agresi dilakukan dalam rangka adaptasi secara revolusioner.
·           Perspektif sosiobiologi: perilaku agresi berkembang karena adanya kompetisi sosial yaitu kompetisi terhadap sumber daya.
·           Perspektif biologis: perilaku agresi disebabkan oleh meningkatnya hormon dan disebabkan adanya tanda-tanda abnormalitas.
·           Perspektif frustasi-agresif: menyatakan bahwa dalam setiap frustasi selalu menimbulkan perilaku agresi.
b.        Perspektif belajar sosial
   Teori belajar sosial yang dipelopori oleh Albert Bandura menyatakan bahwa perilaku agresi merupakan perilaku yang dipelajari dari pengalaman masa lalu apakah melalui pengamatan langsung (imitasi), pengalaman langsung, dan pengukuran positif dan negatif.
c.         Perspektif situasional dalam perilaku agresi
Sedikitnya terdapat lima cara dalam melakukan agresi, yakni:
·           Efek senjata: melakukan agresi dengan senjata, misalnya pisau, pistol dan benda tajam lainnya.
·           Provokasi langsung
·           Penyerangan: baik secara verbal maupun non-verbal
·           Karakteristik target: ada beberapa ciri tertentu yang mempunya potensi sebagai target agresi seperti anggota kelompok yang tidak disukai dan orang yang tidak disukai
·           In group vs Out group conflict:
Perilaku agresi seringkali didasarkan atas konflik antar kelompok. Konflik antar kelompok sering kali dipicu oleh perasaan in group vs out group sehingga anggota kelompok diwarnai perasaan prasangka. Salah satu teori prasangka adalah realistic conflict theory yang memandang prasangka berakar dari kompetisi sejumlah kelompok sosial terhadap sejumlah komoditas maupun peluang. Apabila kompetisi berlanjut maka masing-masing anggota akan memandang anggota kelompok lain sebgagai musuh, sehingga jika terdapat isyarat agresi maka perilaku agresi akan muncul.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar