Sabtu, 08 Juni 2013

Observasi Sekolah E-Larning ^_^

Tugas Observasi E-Learning

Oleh Kelompok 10
Nama Anggota :
  1. Livi Yohana                     121301002
  2. Nadya Indah Hardiyanti 121301006
  3. Silvandrie Abriyan L.      121301034
  4. Denny Wahyudi               121301050
  5. Fahmi Idris Sitompul       121301056
                      
HASIL OBSERVASI PENGGUNAAN E-LEARNING  PADA SEKOLAH MAN 1 MEDAN
  1. IDENTITAS SEKOLAH
Nama sekolah                         : Madrasah Aliyah Negeri 1 ( MAN 1 ) Medan.
Alamat sekolah                       : Jl. Williem Iskandar 7B Medan – 20222
Uang sekolah                          : Rp. 65.000
Alamat Website                       : http://www.man1medan.sch.id/
Konsep e-Learning                  :
  1. Offline = Proses belajar mengajar menggunakan infocus dan diskusi.
  2. Online = Seluruh daerah sekolah terkoneksi oleh jaringan internet (WiFi)
  3. Tidak Langsung = Sekolah memiliki website pribadi,yang beralamat http://www.man1medan.sch.id/
Konsep E-Learning sudah digunakan sejak tahun 2009

  1. URAIAN OBJEKTIF OBSERVASI

Hari dan Tanggal        : Kamis, 23 Mei 2013
Waktu Observasi         : 60 menit ( 11.00 – 12.00 WIB)
Pembagian Tugas        : Tidak ada pembagian tugas yang spesifik. Proses observasi  dilakukan secara bersama-sama.
Objek Observasi          : Siswa kelas XI IPA 3
Unit Observasi            : Penggunaan E-Learning
Unit Lain Observasi    : Teori belajar, motivasi, orientasi belajar, menejemen kelas.
Narasumber                 : XI IPA 3
Suasana Observasi      : Suasa saat observasi sangat mendukung untuk melakukan observasi dimana pihak sekolah sangat mendukung kami dalam melakukan observasi.

  1. HASIL OBSERVASI

  1. PENDAHULUAN

  1. LANDASAN TEORI
  2. E-Learning
Perkembangan proses pendidikan sekarang melaju cukup pesat, seiring berkembanganya globalisai murid tidak hanya bersaing dengan teman satu kelasnya, tapi para murid harus bersaing juga dengan dunia luar, karena hal ini membuktikan betapa kerasnya persaingan dunia kerja dimasa depan nanti.  Murid-murid dewasa ini tumbuh didunia yang jauh berbeda dengan dimasa ketika orang orang tua dan kakek mereka masih menjadi ika murid ingin siap kerja, teknologi harus menjadi bagian integral dari sekolah dan pelajaran kelas (Earle, 2002; Geisert & Futrell, 2000; Sharp, 2002 dalam Santrock, 2011).

  1. Motivasi
     Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku (Santrock: 2011).
Perspektif psikologis menjelaskan motivasi dengan cara berbeda berdasarkan perspektif yang berbeda pula. Berikut penjelasan tentang beberapa perspektif:

  • Perspektif behavoiral
Perspektif ini menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dlam menentukan motivasi murid. Insentif adalah peristiwa atau stimuli positif atau negatif  yang dapat memotivasi peilaku murid
  • Perspektif humanistis
Perspektif ini menekankan pada kapasitas murid untuk memilih nasib mereka. Perspektif ini berkaitan dengan pandangan Abraham Maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan dahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi.
  • Perspektif kognitif
Perspektif ini menekankan bahwa murid akan memandu motivasi mereka. Perspektif kognitif juga menekankan arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan dan monitoring kemajuan menuju satu tujuan (Schunk & Ertmer,2000;Zimmerman & Schunk, 2001)

Motivasi juga terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu Motivasi Intrinsik, Ekstrinsik.
Motivasi Intrinsik àmelakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai sesuatu) . motivasi intinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan atau hukuman. Misalkan murid mungkin belajar keras untuk mendapatkan nilai yang baik.
Motivasi Ekstrinsik àMotivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri). Misalkan murid belajar menghadapi ujian karena ia senang senang dengan pelajaran yang diuji tersebut.


  1. OBJEK PENELITIAN
Objek yang kami observasi adalah murid kelas XI MAN 1 Medan. Didalam kelas terdiri dari 30 orang murid. Observasi dilakukan saat pelajaran Kimia.
  1. JADWAL PELAKSANAAN
     Observasi dilaksanakan hari kamis, 23 mei 2013 pada pukul 11.00 sampai 12.00
  1. PELAKSANAAN

  1. Pelaksanaan E-Learning
Pelaksanaan E-learning MAN 1 Medan, sudah dalam proses mencapai kestabilan. Banyak faktor-faktor yang mendukung keefektifan proses belajar mengajar menggunakan e-learning. Pihak sekolah menggalakkan penggunaan blog sekolah untuk membantu proses belajar siswa.
Berdasarkan observasi, sekolah juga menyediakan proyektor yang kondisinya sangat memadai untuk kenyamanan belajar murid.
Didalam blog MAN 1 (e-learningman1mdn.blogspot.com) membahas berbagai macam pelajaran yang diajarkan disekolah seperti Pendidikan Agama, Kimia, Fisika, Akhidah akhlak dan lain lain. Didalam website tersebut juga menyimpan bahan-bahan yang bisa digunakan oleh siswa untuk belajar dirumah dan juga menyediakan buku sekolah elektronik untuk kelas X, XI dan XII secara lengkap.

  1. Pengelolaan Kelas
     Berdasarkan observasi, guru menelola kelas atau menangani kelas dengan gaya auditorium, hal itu bertujuan agar siswa lebih fokus pada slide yang ditampilkan guru. Hal ini cukup efektif karena dengan cara seperti ini fokus murid tidak terbagi dengan hal-hal lain yang kurang penting, dengan gaya ini juga guru lebih bisa mengawasi gerak gerik murid. Ditambah lagi dengan jumlah peserta didik yang lumayan banyak.
Ada hal lain juga yang tidak kalah pentingnya dalam gaya auditorium ini, yaitu Kondisi kelas, dari hasil observasi kami melihat bahwa kondisi kelas tersebut kami membuatnya dalam beberapa poin, yaitu :
  • Kondisi udara kelas stabil meskipun tidak ada pengatur suhu ruangan disana, hal itu karena ventilasi dan posisi kelas dibuat sestrategis mungkin dengan arah sinar matahari
  • Komunikasi yang terjalin diantara guru dan murid cukup stabil karena piawainya guru dalam menangani kelas
  • Optimalnya penggunaan fasilitas seperti papan tulis, proyektor dan alat peraga
  • Beberapa murid mengambil kesempatan untuk menggunakan alat komunikasi mereka seperti handphone untuk hal diluar pelajaran yang diajarkan.
  1. Teori Belajar
     Di sekolah yang kami observasi, sekolah mengedepankan nilai-nilai moral dalam belajar. Hal ini berkaitan dengan teori belajar Piaget dan Kohlberg.
Guru dalam matapelajaran apapun menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang dibungkus dalam konsep keagamaan, guru mengajarkan tentang aturan-aturan bersosialisasi, sikap terhadap orangtua ataupun guru dan teman-teman sebaya mereka dan pelanggaran-pelanggaran yang harus diminimalkan. Tentunya murid-murid dilema dengan beberapa aturan yang mengikat mereka, dalam hal ini murid akan melakukan internalisasi level Preconventiona reasoning yang menurut Kohlberg yaitu penalaran moral dikontrol oleh hukuman dan ganjaran eksternal.

  1. Orientasi Belajar
     Dari hasil observasi, kami menangkap bahwa sekolah menggunakan strategi TCL. Kami memperhatikan bahwa murid-murid lebih fokus perhatiannya keguru dan kelihatan murid lebih mudah menyerap materi-materi yang disajikan menggunakan proyektor. Guru bisa secara langsung bisa mengamati tingkah muridnya dan lebih mudah juga memberi teguran jika murid mulai keluar dari ruang lingkup pembahasan dikelas.
  1. Motivasi
     Dalam hal motivasi, murid didorong semangat belajarnya oleh guru dengan cara guru menceritakan kisah-kisah sukses para alumni mereka. Terlihat wajah murid sangat antusias mendengar cerita dari guru mereka. Dan hal itu bisa menjadi salah satu motivasi yang kuat yang mendorong mereka untuk lebih fokus lagi terhadap bahan yang diajarkan guru mereka. Dan tidak lupa juga guru menjelaskan tentang didikan-didikan moral yang terus ditanamkan kepada murid.
  1. RANGKUMAN HASIL OBSERVASI
4.1   Rangkuman Kelompok

Metode E-Learning adalah metode baru yang digunakan didalam dunia pendidikan.Metode E-Learning berdampak positif bagi dunia pendidikan dimana dengan menggunakan E-Learning guru bisa menghemat waktu.Metode E-Learning membuat guru untuk  tidak menulis dipapan tulis dan membacakan materi(mendikte). Pada metode E-Learning guru harus mempersiapkan materi dalam bentuk power poin dan hal-hal lain yang mendukung. Namun,metode E-Learning juga memiliki kekurangan dimana banyak guru di Indonesia masih buta akan teknologi dan belum menguasai teknologi secara baik.hal tersebut dapat menghambat atau akan menjadi masalah apabila metode E-Learning diterapkan diseluruh sekolah di Indonesia.
Belajar dengan metode E-Learning juga dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih giat lagi,dimana dalam metode E-Learning ini guru bisa membuat pembelajaran semenarik mungkin karena bantuan dari teknologi. Untuk menerapkan metode E-Learning disebuah sekolah harus memiliki persiapan yang matang dimana guru dan murid harus siap untuk menggunakan E-Learning. Semoga metode E-Learning terus berkembang terutama di Indonesia.

4.2  Rangkuman Pribadi
 
Dari hasil observasi yang dilakukan, dapat terlihat banyak manfaat yang diterima oleh murid-murid pada sistem belajar tersebut (e-learning). Selain menambah pengetahuan dalam ilmu teknologi yang berkembang pesat sekarang, e-learning juga dapat membantu mengembangkan kognitif murid-murid dan memancing atau menjadi stimulus yang tepat untuk murid-murid agar dapat berpikir kreatif sehingga dapat bersaing dengan sportif di kedepannya nanti. Sistem e-learnig di sekolah MAN 1 Medan dilaksanakan dengan baik, dengan adanya fasilitas dan pengajar yang memadai dan kompeten, situasi dan kondisi dalam proses belajar-mengajar dapat dilaksanakan dengan baik dan murid-murid juga cukup antusias dalam mengikuti proses belajar berlangsung.
  1. TESTIMONI

  • Livi Yohana (121301002)

Dari observasi yang dilakukan pada sekolah MAN 1 Medan, cukup menarik dan juga banyak pengalaman dan manfaat yang didapat. Lingkungan sekolah yang cukup asri dan keramahan lingkungan sekolah yang menyambut kami (kelompok) menambah kertertarikkan kelompok terhadap sekolah MAN 1 Medan. Pada proses observasi berlangsung juga cukup menyenangkan, murid-murid dan guru-guru cukup open (terbuka) dalam menyambut kelompok sehingga tidak ada kecanggungan satu sama lain dan proses observasi dapat berjalan dengan baik.


  • Nadya Indah Hardiyanti (121301006)
Menurut saya tugas observasi ini sangat menarik dan memberikan saya banyak pengalaman baru yang hanya saya dapat didunia perkuliahan.Dimana kelompok kami sangat memiliki suasana pertemanan yang sangat menarik.Kelompok kami sangat demokrasi dalam mengambil keputusan dalam mengerjakan tugas ini. Dari observasi yang kami lakukan, saya dapat memahami tentang E-Learning
  • Silvandrie Abriyan L (121301034)
            Sangat menarik, karena ini merupakan pengalaman yang sangat berharga dalam dunia pendidikan yang kami alami. Observasi ini merangsang kreatifitas kami dalam berpikir dan menarik kesimpulan dalam dunia psikologi pendidikan khususnya dalam e-learning.

  • Denny Wahyudi (121301050)
Tugas observasi ini merupakan suatu hal yang baru bagi saya. Pada awalnya saya merasa canggung karena membawa nama Fakultastas Psikologi ke sekolah yang saya observasi. Ternyata kegunaan internet itu bisa sangat membantu proses pembelajaran siswa, karena biasanya saya menggunakan internet hanya untuk bermain saja. Mudah-mudahan dengan penggunaan internet dalam belajar ini dapat membantu proses belajar sehingga lebih maksimal.
  • Fahmi Idris Sitompul (121301056)
Banyak pengalaman-pengalaman baru yang saya temukan saat melakukan observasi, dimana disaat ingin melakukan observasi banyak kejadian-kejadian yang menjadi pembeda antara hidup saya dan orang lain.dimulai dari ditolak dari sekolah yang tidak mengizinkan melakukan observasi dan melakukan interaksi dengan anak-anak SMA yang membuat saya grogi dan banyak pengalaman lainnya.Tugas observasi ini juga dapat membuat saya memahami konsep tentang E-Learning. Kelompok kami sangat kompak dan disiplin dalam mengerjakan tugas observasi ini.


 

Rabu, 22 Mei 2013

Nobody's Home

"Nobody's Home"- Avril Lavigne

Well I couldn't tell you why she felt that way,
She felt it everyday.
And I couldn't help her,
I just watched her make the same mistakes again.

What's wrong, what's wrong now?
Too many, too many problems.
Don't know where she belongs, where she belongs.
She wants to go home, but nobody's home.
It's where she lies, broken inside.
With no place to go, no place to go to dry her eyes.
Broken inside.

Open your eyes and look outside, find the reasons why.
You've been rejected, and now you can't find what you left behind.
Be strong, be strong now.
Too many, too many problems.
Don't know where she belongs, where she belongs.
She wants to go home, but nobody's home.
It's where she lies, broken inside.
With no place to go, no place to go to dry her eyes.
Broken inside.

Her feelings she hides.
Her dreams she can't find.
She's losing her mind.
She's fallen behind.
She can't find her place.
She's losing her faith.
She's fallen from grace.
She's all over the place.
Yeah,oh

She wants to go home, but nobody's home.
It's where she lies, broken inside.
With no place to go, no place to go to dry her eyes.
Broken inside.

She's lost inside, lost inside...oh oh yeah
She's lost inside, lost inside...oh oh yeah

Selasa, 21 Mei 2013

Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia Ada 1 Juta, Hanya 10% yang Berobat

Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia Ada 1 Juta, Hanya 10% yang Berobat




Jakarta, Berbeda dengan penyakit fisik seperti pilek ataupun sakit jantung yang mudah dideteksi gejalanya sejak dini, penyakit mental lebih sulit dideteksi. Tak hanya itu, banyak masyarakat yang mengalami gangguan jiwa tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena berbagai hal

"Yang sakit dengan yang datang berobat itu sangat jauh. Hanya 10 persen dari penderita yang pernah berobat ke rumah sakit jiwa atau fasilitas kesehatan lainnya," kata dr Edduar Idul Riyadi, SpKJ, Kasubdit Kelompok Berisiko Ditjen Bina Kesehatan Jiwa Kemenkes RI

Dalam acara peluncuran Unit Mobile Mental health Service di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2013), dr Eduard yang akrab disapa dengan nama Edi ini menjelaskan bahwa salah satu penyebab minimnya penderita gangguan jiwa yang memeriksakan diri adalah karena masalah akses pelayanan kesehatan.

Di Indonesia, rumah sakit jiwa yang dimiliki pemerintah hanya 33 buah. Sedangkan rumah sakit jiwa atau klinik-klinik penderita gangguan jiwa yang dikelola swasta berjumlah sekitar 40-an. Jumlah ini dirasa masih sangat kurang karena penderita gangguan jiwa di Indonesia masih cukup banyak.

"Penderita gangguan jiwa hasil Riskesdas 2007 itu yang berat saja ada 0,64 persen atau sekitar hampir sejuta dari seluruh penduduk Indonesia. Nah, di beberapa daerah juga tidak ada RSJ. Ada 8 provinsi, khususnya provinsi pemekaran, yang belum memiliki fasilitas kesehatan jiwa," terang dr Edi.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan jiwa. Dr Edi mengaku pihaknya sudah mendorong rumah sakit pemerintah di daerah untuk membuka fasilitas rawat bagi penderita gangguan jiwa. Selama ini, rumah sakit umum di daerah memang tidak merawat penderita gangguan jiwa.

Praktiknya, rumah sakit pemerintah di daerah yang mampu diminta membuka pelayanan rawat inap minimal 10 tempat tidur. Pelayanan ini dikhususkan untuk pasien gangguan jiwa, sehingga pasien gangguan jiwa akan lebih terlayani. Namun masalah pelayanan ini juga harus diikuti penambahan SDM yang berkualitas.

"SDM kita juga masih rendah, khususnya tenaga psikiater masih kurang. Ada sekitar 650 atau hampir 700 orang psikiater di seluruh Indonesia dan masih terpusat di kota-kota besar, tidak menyebar ke seluruh Indonesia," terang dr Edi.


(pah/vit)

Kurangnya SDM dan fasilitas rawat bagi penderita gangguan jiwa merupakan penyebab utama munculnya angka yang relatif tinggi penderita gangguan jiwa di Indonesia. Umumnya, rumah sakit Indonesia lebih mengutamakan pasien yang memiliki penyakit yang tampak dan jelas padahal awal mula penyakit merupakan dari tidak ketahanan seseorang terhadap sesuatu  sehingga menimbulkan stres dan berakibat langsung pada tubuhnya.

Sudah saatnya pemerintah dan masyarakat untuk lebih peduli akan kesehatan jiwa dan pikiran agar berdampak bagi tubuh dan aktifitas sehari-hari.
Pada zaman sekarang sudah banyak, para psikolog dan psikiater bahkan motivator ikut serta dalam mengatasi bahkan mengurangi masalah ini, mereka bekerja sebagai dasar untuk memotivasi mereka untuk berpikir positif dan memberikan cara ampuh untuk menghadapi stres. Nah, selain itu untuk mengurangi penderita gangguan jiwa diperlukan sesuatu yang lebih intens dan lebih pribadi yaitu mendekatkan diri terhadap Pencipta-Mu. 

Survei juga membuktikan bahwa penderita gangguan jiwa lebih banyak diderita oleh orang-orang yang memiliki IQ (intelektual) tinggi daripada orang-orang yang IQ rendah, hal ini juga diambil garis besar bahwa hal yang dapat menjadi kesuksesan hidupmu bukan pada daya IQ dan kepuasaanmu akan suatu hal melainkan dari keseimbangan jiwa dan pemikiranmu terhadap kehidupan di dunia dan dengan Pencipta-Mu.
Hal ini mutlak dijelaskan dengan konsep yin dan yang (china), bahwa sisi gelap dan terangmu harus seimbang ..



Sabtu, 18 Mei 2013

Perlukah pendidikan Moral??





Ketika saya hendak pulang kampus, seperti biasanya saya pulang naik kendaraan umum. Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB, matahari sudah mulai lelah menyinari bumi, begitu juga manusia yang lelah dengan aktifitas dan pekerjaan mereka dari pagi sampai sore hari. Perjalanan rumah saya cukup jauh kira-kira 45 menit dari kampus. Selama perjalanan pulang banyak hal-hal atau kejadian menarik dan miris bagi saya.
Salah satunya ketika saya naik angkot, angkot yang saya tumpangi ketika itu cukup ramai tetapi masih ada beberapa space antara penumpang dengan penumpang lain. Ketika itu ada seorang ibu yang memiliki badan cukup besar dan aroma yang cukup menyengat menaiki angkot yang saya tumpangi. Ketika Ibu itu hendak duduk, penumpang-penumpang lain yang tadinya kalem karena mungkin kelelahan tiba-tiba mulai agresif, saling mendoronglah, melebarkan kakinya lah agar ibu itu tidak duduk disebelah mereka, ntah apa yang mereka pikirkan, saya tidak habis pikir pada saat itu. Saya melihat begitu jijik nya mereka melihat ibu itu, baik muda maupun tua. Mau-tidakmau secara sukarela saya menawarkan ibu itu duduk disebelah saya dan berbagi space tempat duduk.
 Saya sangat miris melihat hal seperti itu, kita sesama manusia seharusnya saling menolong dan berbagi, tetapi  nyatanya banyak dari kita yang egois. Terlalu banyak saya mendengar ceramah atau nasehat dari orang lain, bahwa kita hidup di dunia harus saling berbagi dan menghargai, tapi ketika melihat hal itu saya berpikir hal 'nonsense'.
Apa yang terjadi dengan manusia saat ini?
Apakah ada trend untuk hidup sendiri seperti status facebook yang saya lihat 'AKU YA AKU KAU YA KAU?'
Begitu mudahkah seseorang tidak menghargai orang lain?

Pertanyaan besar bagi saya dan juga menjadi pelajaran yang besar bagi saya.
Tidakkah penumpang tadi berpikir bagaimana hal itu terjadi pada Ibu mereka atau mereka sendiri. Saya juga menyadari bahwa mereka baru selasai dari aktifitas mereka dan mereka sangat lelah begitu juga yang saya rasakan bahkan yang ibu itu rasakan. Seharusnya kita harus saling mengahargai dan menghormati sesama manusia. Saya masih ingat, ketika Alm. nenek saya bercerita bahwa dahulu manusia pada zaman nenek sangat harmonis, saling toleransi dan saling membangun. Jika nenek saya melihat manusia zaman sekarang mungkin dia mengira, dia hidup didunia mana atau manusia seperti apa ini?

PERLUKAH ADANYA PENDIDIKAN MORAL??

Pendidikan moral sangat perlu ditanamkan pada manusia, terutama pada masa kanak-kanak. Sudah saatnya setiap sekolah terutama di Indonesia menjadikan pendidikan moral sebagai kurikulum atau mata pelajaran wajib bagi siswanya. Dari pendidikan moral kita dapat memahami aspek-aspek penting dalam kehidupan bahkan meraih kesuksesan baik di dunia maupun akhirat nanti. Banyak dari kita yang menyampingkan bahkan tidak memperdulikan guna dari pendidikan moral itu, yang kita tahu dengan belajar ilmu yang kaku (yang sudah ada) merupakan menjadi tabungan mereka untuk masa depan. Tapi dengan kita menjadi 'pintar' apakah kita juga 'pintar' dalam menggunakannya??

So, Teman-teman blog. Mari kita pelajari dan praktekkan pendidikan moral kepada diri kita agar menjadi manusia yang memiliki moralitas dan rasa saling menghormati dan menghargai. Saya berharap kejadian yang saya lihat tidak terjadi lagi dan menjadi pelajaran buat kita semuua

Ayo mari tanamkan Pendidikan Moral :)






Jumat, 26 April 2013

I'm Ready to Study and Play Together (PAUD)



Early Childhood Education (ECE) atau PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak dari sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun. Upaya pembinaan ini dilakukan dasar bagi pembentukan kepribadian anak baik karakter, budi pekerti, kecerdasan, keceriaan (psikologis), keterampilan dan menanamkan pemahaman mengenai kerohanian (keagamaan). Upaya tersebut tidak harus dilakukan dengan fasilitas yang mahal tetapi bisa dilaksanakan dari lingkungan keluarga anak.
ECE/PAUD pertama kali didirikan oleh Friedrich Wilhelm August Frobel melalui lembaga yang bernama “KINDERGARTEN”, yaitu kinder artinya anak dan garten berarti taman. KINDERGAERTEN didirikan di kota Blankerburg, Jerman yang juga dianggap sebagai pelopor ECE/PAUD di dunia.
Nah, Bagaimana di Indonesia?
Dengan berdirinya KINDERGARTEN oleh Frobel sangat berpengaruh terhadap perkembangan PAUD di seluruh dunia termsuk Indonesia. Hal ini berkembang karena konsep dan tujuan dari KINDERGARTEN mengarah pada perkembangan anak yang mana harapan orang tua dan juga Negara, anak dapat menjadi generasi penerus yang dapat membimbing dan membentuk kehidupan dunia lebih baik dengan ide-ide yang segar dan kreatif. Di Indonesia, ECE/PAUD pertama kali didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda dimana sekolah tersebut hanya diperuntukkan kepada anak-anak keturunan Belanda, Eropa dan bangsawan.
Kemudian pada tahun 1919 Persatuan Wanita Aisyiyah mendirikan Bustanuf Athfal di Yogyakarta, sekolah ini merupakan bersifat universal dimana anak-anak dari setiap golongan boleh masuk atau ikut belajar. Pada Tahun 1913-1915, Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Lare atau Taman Anak (Kindertuin) yang akhirnya berkembang menjadi Taman Indria.



  “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, bukan pada zamanmu”

Perkembangan ECE/PAUD di Indonesia ???

Periode 1998-2003 ditandai dengan otonomi pendidikan, yang berpengaruh terhadap tata kelola penanganan PAUD di pusat maupun di daerah-daerah. Pada periode ini pemerintah mulai mendukung berkembangnya PAUD jalur pendidikan nonformal dalam bentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA) dan satuan PAUD Sejenis dalam bentuk pengintegrasian layanan PAUD dengan Posyandu. Melalui dukungan Bank Dunia pada 1998-2004 pemerintah merintis program Pengembangan Anak Dini Usia di 4 propinsi, yaitu Jawa Barat, Banten, Bali, dan Sulawesi Selatan. Program dilanjutkan pada tahun 2008-2013 dengan nama program Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini (PPAUD) dengan dukungan pembiayaan pinjaman dari Bank Dunia dan hibah dari pemerintah Belanda. Pada bulan Februari 2002, terbentuk forum PADU/PAUD Tingkat Nasional yang turut berkontribusi dalam pengembangan dan pembangunan PAUD di Indonesia. Di periode ini pula terjadi pendirian PGTK/PG-PAUD jenjang S-1 dibeberapa perguruan tinggi.
Periode 2003-2009, ditandai dengan keluarnya undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan jawaban atas tuntutan reformasi dalam semua aspek kehidupan. Melalui UU ini untuk pertama kali PAUD diatur secara khusus dalam sebuah undang-undang, yaitu pada pasal 1 butir 14 tentang pengertian PAUD; pasal 28 yang secara khusus mengatur tentang PAUD; dan pasal-pasal terkait lainnya. Pada tahun 2003 diselenggarakan Seminar dan Lokakarya Nasional (Semiloknas) di IKIP Bandung yang menghadirkan akademisi dari perguruan tinggi, forum PAUD, dan praktisi PAUD dari berbagai daerah. Semiloknas ini menghasilkan 'blue print' tentang kerangka akademik dan rujukan pengembangan PAUD di Indonesia yang mengawali konseptualisasi pembangunan PAUD Indonesia. Selanjutnya pada tahun 2005 berdiri organisasi profesi, himpunan pendidik dan tenaga kependidikan PAUD Indonesia (HIMPAUDI) yang menggerakan seluruh potensi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD yang tersebar diseluruh Indonesia.
Pada tahun 2004-2009 program PAUD menjadi salah satu dari 10 prioritas Depdiknas sehingga PAUD menjadi salah satu program pokok dalam pembangunan pendidikan di Indonesia (tertuang dalam RPJM Tahun 2004-2009 dan renstra Depdiknas Tahun 2004-2009). Pada penghujung tahun 2009, diterbitkan Permendiknas Nomor. 58 tahun 2009 tentang Standar PAUD (formal dan nonformal).
Periode 2010-sekarang, ditandai dengan kebijakan penggabungan pembinaan PAUD formal dan PAUD nonformal di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) melalui Peraturan Presiden Nomor 24 tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010. Pada perjalanan sejarah pembinaan PAUD di Indonesia, akhirnya sebagai karakteristiknya yang meliputi TK (termasuk Taman Kanak-kanak Bistanul Athfal/TK-BA), RA, KB, TPA, Satuan PAUD Sejenis, serta PAUD berbasis keluarga dan/atau lingkungan.
Sumber : Buku Kerangka Besar Pembangunan PAUD Indonesia


Dengan adanya ECE/PAUD sangat diharapakan untuk perkembangana anak yang lebih baik dan juga sebagai sarana dan prasarana anak untuk mengembangkan bakat dan mengasah kreativitas yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Dasar dari ECE/PAUD bukanlah untuk mengajarkan konsep dan teori kepada anak melainkan mengajak anak-anak bermain dan melakukan apa yang diinginkan yang positif agar membentuk persiapan, baik fisik maupun mental pada anak agar siap membentuk kepribadian anak yang lebih baik sebelum masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta mencerdaskan kehidupan bangsa yang lebih baik.

Banyak pendapat orang tua, bahwa ECE/PAUD menyita waktu anak yang seharusnya berada di rumah dan mengisi hari-hari dengan bermain dan berkumpul dengan keluarga, selain itu juga ECE/PAUD juga cukup menguras perekonomian keluarga. Sehingga kebanyakan orang tua di Indonesia kurang meminati dan lebih memilih Sekolah Dasar sebagai pendidikan yang pertama untuk anak-anaknya. Padahal jika kita melihat sisi positifnya, ECE/PAUD merupakan pendidikan yang seharusnya diberikan kepada anak-anak dari usia 0-6 tahun. Tidak harus mahal dan fasilitas yang memadai, pendidikan ini dapat diberikan dengan pembelajaran dari anggota keluarga yang berperan aktif.  Untuk itu, perlu dan sangat diharapkan pemerintah untuk meyakini para orang tua untuk memberikan pendidikan usia dini kepada anak-anaknya agar terciptanya generasi muda yang cerdas dan berbakat. 







Minggu, 07 April 2013

The E-Learning Revolution




E-LEARNING REVOLUTION

E-Learning atau Pembelajaran jarak Jauh adalah adalah pembelajaran dengan menggunakan suatu media yang memungkinkan terjadi interaksi antara pengajar dan pembelajar. Dalam E-learning antara pengajar dan pembelajar tidak bertatap muka secara langsung, dengan kata lain melalui E-learning dimungkinkan antara pengajar dan pembelajar berbeda tempat bahkan bisa dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh. Jadi sangat memudahkan proses pembelajaran. 

Saat ini E-learning banyak dipakai bukan hanya untuk anak sekolah atau universitas tetapi juga mulai diberlakukan bagi para pekerja-karyawan. Mereka bekerja tidak lagi harus datang ke kantor, tetapi cukup duduk dihadapan laptop/komputer dan pastinya dengan jaringan Internet. Mereka sudah bisa bekerja. Biasanya perusahaan-perusahaan besar banyak melakukan sistem ini seperti: Yahoo dll.

E-learning cukup banyak digunak untuk proses pembelajaran pada zaman sekarang, karena E-learning dianggap memiliki keuntungan baik dalam segi foundational, time, dan kreativitas seseorang. E-learning dianggap menguntungkan, karena secara tidak langsung membuat indivu untuk bekerja sendiri agar individu tersebut dapat fokus dan tidak terjadinya konflik sosial.

So, teman-teman dibalik kelebihan pasti ada kekurangan. 
E-learning juga tidak dianggap efisien karena memisahkan individu dengan kodratnya sebagai Makhluk Sosial dan juga tidak baik untuk kesehatn tubuh kita. Kita juga butuh pergerakan untuk melatih kebugaran jasmani maupun rohani kita.


Kamis, 21 Maret 2013

Komitmen <> Fakultas Psikologi Universitas Sumater Utara



komitmen merupakan kekuatan yang mengikat seseorang pada suatu tindakan yang memiliki relevansi dengan satu atau lebih sasaran.
Dari defenisi tersebut kita dapat mengambil garis besar yaitu janji dan ikatan. Jika seseorang sudah berjanji kepada orang lain maupun dirinya, maka dia sudah mempunyai ikatan antara orang tersebut maupun dirinya. Walau hanya satu kata, janji merupakan suatu yang sangat dalam akan maknanya dan pengaplikasiannya. Jika janji sudah terucap dan ikatan antara yang berjanji akan kuat maka itulah yang disebut komitmen.  Oleh karena itu setiap manusia harus mempunyai komitmen terhadap dirinya agar dapat menjadi manusia yang bertanggung jawab akan tugas untuk dirinya maupun lingkungannya.





Lantas bagaimana memulainya?

Untuk membuat dan menjalankan komitmen dengan baik, dimulai dari kesanggupan diri kita tidak perlu atau jangan berkomitmen yang tidak bisa kita lakukan. Lakukan dari dirimu, gunakan struktur dalam menjalankan komitmen kemudian laksanakan.

Apa komitmen saya?

Saya akan memulai di lingkungan kampus saya, yaitu Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara.
Hmm.. mendengar Psikologi saja, sudah agak gemeteran. Hahaha (Pamer!!)
Seorang calon Psikolog (tunjuk diri sendiri) harus dapat melaksanakan komitmen yang dibuatnya. Hal yang sangat aneh, jika psikolog mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang lebih baik dan bertanggung jawab untuk dirinya dan lingkungannya tetapi tidak dapat mengaplikasikan p[ada dirinya.
Oleh karena itu, mulai dari awal saya kuliah, saya berkomitmen:
  • Mematuhi dan melaksanakan peraturan kampus. Baik dari cara berpakaian maupun  ber-etika yang baik dan sopan terhadap lingkungan atau daerah kampus. Baik dengan dosen, staf dan pegawai, serta teman-teman yang berada di daerah kampus baik Fakultas maupun seluruh daerah Universitas Sumatera Utara. (jadi teringat lagu USU) 
  •  Melaksanakan kewajiban sebagai Mahasiswa Fakultas Psikologi. Melaksanakan tugas mahasiswa seprti; mengerjakan tugas dan mengumpulkan tugas dengan tepat waktu, membuat kelas menjadi aman, nyaman, dan terkendali serta berpatisipasi terhadap event-event yang diaksanakan di kampus. (jadi teringat dosa)
  • Menjaga dan merawat lingkungan Fakultas Psikolgi Universitas Sumatera Utara, memang kita sudah membayar uang kuliah, tetapi kita juga wajib menjaga serta merawat lingkungan kampus kiata. Walaupun, sudah ada yang bertugas, kita juga harus ikut serta dalam merawat kampus kita. Dari kita, oleh kita dan untuk kita! (Hidup Demokrasi!)
  • Menjaga nama baik Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara. Poin ini sangat penting, sebagai mahasiswa, kita harus menjaga nama baik fakultas kita agar terhindar dari isi-isu yang sangat tidak enak didengar dan fakta yang dimanipulasi. Kita harus bangga dengan kampus kita dengan menjaga nama baik kampus secara tidak langsung kita juga menjaga nama baik kita
Walau hanya empat poin, tetapi saya berharap dapat melaksanakan komitmen saya dengan baik. Terutama pada poin ke dua. Saya mohon maaf kepada Ibu Dina (PD III kami neh), Karena saya tidak dapat ikut berpatisipasi dalam acara jalan santai “Dies Natalis USU” pada tanggal 21 Oktober 2012. Secara tidak langsung saya sudah melanggar komitmen saya dan mengurangi kepercayaan ibu kepada saya. Manusia tidak luput akan dosa, saya mempunyai alasan kenapa saya tidap ikut berpatisipasi dan saya juga sudah jelaskan kepada Ibu Dina. Sekali lagi saya mohon maaf dan semoga dengan tulisan ini saya dapat lebih meningkatkan serta menjalankan kualitas dari komitmen saya.
Terima kasih Kepada Ibu Filia Dina Anggaraeni
Salam Saya, Livi Yohana (121301002)